Konten Adalah Raja Karena Google Akan Mewujudkannya



Konten Adalah Raja, sebuah istilah yang mungkin akan Anda sering temukan dalam dunia blogging dan internet marketing. Sebuah istilah yang berumur terbilang cukup tua, bahkan lebih tua dari internet itu sendiri.

Istilah ini berasal dari bahasa Inggris yakni Content is King yang merupakan sebuah konsep pemikiran dari beberapa orang pelopor yang mungkin masih jarang diketahui banyak orang.

Kini konsep tersebut telah didukung oleh banyak pihak terutama yang bergerak dalam bidang komunikasi dan internet.

Google adalah perusahaan yang menjadi Raja dari kerajaan internet di seluruh dunia saat ini. Google merupakan salah satu perusahaan skala global yang ikut mendukung dan menyuarakan istilah Konten Adalah Raja.
Lalu apa alasan Google dengan ikut mendukung, menyuarakan, lalu menerapkan konsep Konten Adalah Raja ?

Untuk mengetahuinya, mari sama-sama kita telusuri latar belakang yang menyebabkan Google dan beberapa perusahaan besar lainnya untuk menerapkan konsep dari istilah ini.

Alasan Google Mewujudkan Konsep "Konten Adalah Raja"


Sebagai salah satu Search Engine, Google memang terbilang cukup fair dalam bersaing dengan pesaing lainnya. Justru Google pun ikut mengajak berkolaborasi dengan Search Engine lainnya untuk ikut menerapkan dan mewujudkan konsep dari istilah Konten Adalah Raja.

Jika dahulu istilah ini hanya berupa konsep, maka dampaknya pun tidak begitu terasa bagi pelaku bisnis di internet. Namun semenjak Google ikut mendukung, menyuarakan, dan ikut memprakarsai terwujudnya konsep ini, maka lambat laun dampaknya pun semakin terasa.

Terdapat tiga alasan utama mengapa Google berniat untuk mewujudkan konsep tersebut yaitu sebagai berikut :

#1. Membatasi Kecurangan Dalam Teknik SEO



Pada era pertumbuhan Google, mayoritas situs website menggunakan teknik-teknik SEO yang sangat ekstrim. Persaingan keras di dunia internet saat itu didominasi oleh situs-situs website yang memiliki teknik SEO yang lebih unggul dari situs lainnya. Saat itu SEO Adalah Raja, dan Google pun mengakuinya.

Google tidak tinggal diam menyikapi hal ini, karena Google merupakan salah satu mesin pencari (search engine) sekaligus situs website yang sedang tumbuh berkembang dan juga ikut bersaing dengan situs website dan search engine lainnya yang menjadi pesaing dalam bisnis mereka.
Satu-satunya cara untuk menjadi Raja Internet tidak lain yaitu menjadi nomor satu di peringkat pencarian search engine yang dinamakan Search Engine Result Page (SERP).

Maka untuk menjadi Raja, Google pun mengambil segala tindakan dan kebijakan yang diperlukan untuk mengatasi hambatan dari bisnis mereka. Berbagai terobosan-terobosan baru diciptakan dan secara terus-menerus dikembangkan agar dapat diterapkan pada sistem algoritma pencarian pada Search Engine mereka.

Salah satu terobosan besar pertama yang berhasil Google ciptakan yaitu PageRank, sebuah sistem ranking yang memberikan peringkat pada semua situs website yang beredar di internet yang dipelopori sendiri oleh salah seorang co-founder Google, Larry Page.

Pada masa itu Google masih kewalahan menghadapi Black Hat SEO yang masih menjadi Raja. Begitu banyak situs website yang dengan begitu leluasanya melakukan berbagai jurus aliran tersebut untuk mengelabui Google dalam meraih juara dalam ranking SERP.
Inilah alasan awal Google dalam mendukung, dan ikut menyuarakan konsep Konten Adalah Raja dari Bill Gates. Google saat itu merasa diculasi, dikelabui, oleh jurus-jurus SEO aliran Black Hat. Maka dimulailah peperangan antara dua kerajaan besar yaitu Google dan SEO. Perang ini masih terjadi sampai detik ini dan menjadi "Perang Abadi Google Vs SEO".

Terobosan lain yang diciptakan oleh Google dalam menghadapi peperangan ini yaitu dengan melengkapi sistem pencarian dan sistem ranking dari search engine mereka dengan berbagai algoritma tambahan yang selalu update secara berkala.

Salah seorang tokoh yang berperan penting dalam pembaruan algoritma ini ialah Matt Cutts, seorang software enginer yang menjabat sebagai kepala team Web Spam yang berhasil menerapkan ide-idenya dalam update algoritma Google.

Update algoritma seperti Panda, Hummingbird, Penguin, dan lainnya akhirnya berhasil menjaring dan memukul mundur pasukan Black Hat SEO serta membatasi ruang gerak kecurangan yang dilakukan atas nama SEO.

Google pun menciptakan kebijakan berupa Webmaster Guidelines untuk menjaga kualitas dari hasil pencariannya bagi pengguna. Setiap situs yang didapati melanggar kebijakan tersebut akan diberi hukuman berupa penalti tanpa terkecuali. Pada tahun 2012 Google didapati melanggar kebijakannya sendiri pada halaman Google Chrome (www.google.com/chrome). Google pun akhirnya memberikan penalti dengan menurunkan ranking Chrome tersebut dalam SERP.

Kini, ruang gerak SEO semakin dibatasi dan dijaga ketat oleh kebijakan tersebut, tidak sedikit situs-situs website yang mulai mengurangi praktek teknik SEO yang mengarah ke arah Black Hat dan juga Grey Hat. Banyak situs yang tadinya terkena penalti mulai melakukan perbaikan-perbaikan sesuai tuntunan kebijakan tersebut, mereka mulai memperhatikan kualitas konten dan juga kepuasan pengunjung.
Sepertinya keberhasilan Google dalam mewujudkan konsep Konten Adalah Raja sudah mulai terlihat dari sisi SEO, penerapan teknik SEO yang berlebihan kini mulai dikurangi sesuai dengan porsinya sehingga sejajar dengan kualitas konten.

#2. Mengutamakan Kepuasan Pengguna Pada Mesin Pencari Google



Google menyadari bahwa kecurangan-kecurangan yang diterapkan pada teknik SEO yang sudah menjurus pada Black Hat tersebut dapat merugikan pengguna yang mempergunakan mesin pencari Google. Karena sistem ranking yang mereka miliki dulunya dapat dengan mudah disiasati oleh SEO Black Hat yang diterapkan pada mayoritas situs website di seluruh dunia. Akibatnya situs dengan konten berkualitas rendah dapat mengalahkan situs yang memiliki konten berkualitas lebih tinggi dalam kedudukan ranking SERP.

Google mementingkan kepuasan pengguna pada search engine agar informasi yang dicari oleh penggunanya dapat ditampilkan pada SERP sesuai dengan informasi yang dicari dan dibutuhkan oleh pengguna tersebut. Kesesuaian informasi tersebut juga diurutkan sesuai dengan urutan ranking dan kualitas dari setiap situs website masing-masing sebagai penyedia informasi yang dicari oleh para pengguna.

Google berpendapat bahwa hasil yang ditampilkan pada SERP haruslah sesuai dengan urutan sistem ranking yang mereka miliki, dimulai dari ranking yang paling tinggi pada urutan pertama dan ranking yang paling rendah pada urutan terakhir.

Ranking tersebut pula diurutkan berdasarkan tingkat kepuasan pengunjung dan pengguna pada mesin pencari Google. Tingkat kepuasan pengunjung ini dibaca Google antara lain melalui banyaknya kunjungan, lamanya kunjungan, jumlah social share, jumlah klik dan persentase pentalan pengunjung (Bounce Rate).

#3. Mencari Keuntungan Dalam Bisnis Periklanan



Tujuan dalam sebuah bisnis adalah mencari keuntungan, dan salah satu dari bisnis yang dimiliki oleh Google ialah bisnis periklanan online yaitu Google AdWords dan Google Adsense. Google AdWords diperuntukkan bagi pengiklan (Advertiser) yang memiliki situs website yang berperan sebagai pelanggan (Customer), dan Google Adsense diperuntukkan bagi publisher yang memiliki situs website yang berperan sebagai pemasar (Marketer).

Bisnis periklanan ini tidak akan berkembang pesat dan mencapai target yang lebih besar saat internet dikuasai oleh SEO dan SEO Adalah Raja. Sebab pelaku bisnis intenet cenderung lebih memilih layanan Jasa SEO untuk mendongkrak popularitas dan ranking situs website yang mereka miliki ketimbang menggunakan layanan periklanan Google AdWords.
Inilah salah satu alasan kuat lainnya dibalik keterlibatan Google dan Search Engine lainnya dalam ikut mendukung, menyuarakan, dan memprakarsai konsep istilah Konten Adalah Raja. Masuk akal bukan ?

Setelah ruang gerak SEO kini dibatasi oleh Google, maka secara otomatis situs-situs website yang tadinya hanya mengandalkan teknik SEO dalam persaingan ranking kini mulai mencari cara lain agar dapat tetap bersaing.

Cara yang paling mudah untuk mengatasinya ialah dengan memasang iklan berbayar di Google via layanan periklanan Google AdWords. Iklan ini dapat menghasilkan traffic kunjungan organik dari para pengunjung yang mengunjungi situs website tersebut via iklan yang terpampang pada beberapa bagian halaman SERP dan juga pada situs website lain yang menjadi publisher Google Adsense.

Dengan demikian usaha dan jerih payah Google dalam meningkatkan kualitas konten kini berbuah manis dan rimbun baik bagi Google sendiri dan juga para penggunanya. Istilah dari Konten Adalah Raja yang dulunya hanya sebuah konsep, kini lambat laun berhasil diterapkan dan diwujudkan. Bagaimana pendapat Anda tentang hal ini ? Silahkan berkomentar dibawah ini, dan sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya di Qoeple.com.
Labels: Internet, konten adalah raja, SEO, Website amp; Blog

Thanks for reading Konten Adalah Raja Karena Google Akan Mewujudkannya. Please share...!

0 Comment for "Konten Adalah Raja Karena Google Akan Mewujudkannya"

Back To Top