Faktor Ranking Website & Ranking Blog di Google




Ranking website dan ranking blog ditentukan oleh Google melalui beberapa faktor yang dikenal dengan istilah Google Ranking Factors. Faktor-faktor inilah yang menjadi bagian dalam algoritma sistem pencarian Google dalam menentukan urutan ranking atau peringkat website maupun blog pada search result page (SERP).

Bagi para Blogger, Webmaster, dan Internet Marketer, hal ini tentunya sangat tidak asing lagi karena tujuan mereka semua adalah sama yaitu mendapatkan ranking atau peringkat terbaik di Google.

Dengan memiliki ranking atau peringkat terbaik tersebut akan memudahkan mereka untuk mendapatkan pengunjung bahkan konsumen bagi bisnis online yang mereka geluti.



Lalu apa saja faktor penentu yang mempengaruhi agar website dan blog yang kita miliki mendapatkan posisi halaman pertama atau bahkan ranking pertama di Google ?



Faktornya sebenarnya sangat banyak, bahkan Brian Dean merumuskan jumlahnya ada sekitar 201 faktor. Faktor ini tentunya bukan berasal dari pernyataan Google sendiri melainkan dari hasil analisa berkelanjutan yang dilakukan oleh Brian Dean.

Walaupun jumlahnya banyak, namun bagi Anda yang senang berkecimpung dalam teknik SEO dan SEM tentunya hal ini sangat berguna bagi Anda dalam meningkatkan performa situs website dan blog yang Anda miliki maupun klien Anda.



Sebentar, mungkin saja ada yang belum kenal dengan Brian Dean ?



Brian Dean adalah seorang pakar SEO pemilik situs backlinko.com, dan beliau telah banyak menjadi sorotan dan acuan dari para webmaster dan juga internet marketer dalam hal optimasi situs.

Beliau tidak hanya mengungkapkan teknik SEO dengan teori semata, namun juga mengungkapkan bukti-bukti dari teorinya tersebut dengan  analisa yang dilakukannya sendiri secara mendalam dan berkelanjutan.

Karena artikel beliau tersebut menggunakan bahasa Inggris, maka saya disini berinisiatif menuliskannya dengan bahasa Indonesia agar dapat membantu saya pribadi dan kawan-kawan semua dalam mempelajari teknik SEO.

Saya sendiri menjadikan faktor ini sebagai acuan optimasi setiap situs yang saya miliki dan sudah menjadi daftar checklist jangka panjang saya.

Faktor ini juga sangat membantu saya dalam menentukan langkah apa saja yang boleh diambil dan dijauhi agar kita terhindar dari penalti Google terkait hal optimasi situs.


10 Faktor Utama Ranking Website & Ranking Blog di Google


Karena jumlahnya yang begitu banyak, maka dari 200 Google Ranking Factors tersebut saya membaginya lagi menjadi 10 faktor utama. Dengan 10 faktor utama tesebut kita dapat mempelajarinya dengan klasifikasi yang lebih spesifik. Inilah 10 faktor utama ranking website dan ranking blog di Google :


  1. Faktor dari segi Nama Domain
  2. Faktor dari segi Halaman
  3. Faktor dari segi Situs
  4. Faktor dari segi Backlink
  5. Faktor dari segi Interaksi Pengunjung
  6. Faktor dari segi Algoritma Khusus Google
  7. Faktor dari segi Sinyal Sosial Media
  8. Faktor dari segi Spam Internal
  9. Faktor dari segi Spam Eksternal
  10. Faktor dari segi Sinyal Brand / Merk
Nah, dengan 10 faktor utama tersebut diatas kita akan dapat mengetahui dan mempelajari faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ranking Google secara spesifik dan detail. Saya juga membaginya dalam 10 halaman untuk setiap faktornya agar lebih mudah dibaca.
Untuk mengetahui detailnya Anda dapat klik satu-persatu link dari 10 faktor utama diatas atau klik nomor halaman sesuai nomor faktor tersebut  dibagian bawah artikel ini.

Faktor Segi Nama Domain Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Nama Domain adalah salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi ranking website dan juga ranking blog pada Google SERP. Setiap Nama Domain yang berbeda akan memberikan ranking yang berbeda pula walaupun dengan konten dan platform pada situs yang sama.

Misalkan Anda memiliki Situs A dengan hasil ranking yang baik dari Nama Domain : pertama.com lalu Anda menggantinya dengan Nama Domain : kedua.com, maka hasil rankingnya pun pasti berbeda bisa lebih baik bahkan bisa lebih buruk dari ranking yang sebelumnya.

Mengapa demikian ? Karena dari Nama Domain tersebut mempunyai beberapa faktor yang mempengaruhi ranking. Terdapat 10 faktor segi halaman (on-page) yang menjadi kriteria penentu ranking website dan ranking blog di Google menurut Brian Dean.

10 Faktor Segi Nama Domain Yang Mempengaruhi Peringkat Website & Blog di Google


Berikut dibawah ini faktor dari segi nama domain yang mempengaruhi ranking website dan ranking blog di Google :

  1. Umur Domain : Google menggunakan umur Domain menjadi salah satu parameter ranking mereka, namun pada range yang cukup jauh saja. Untuk selisih umur domain yang singkat misalkan 6 bulan saja, mereka tidak membedakannya.

  2. Keyword pada Top Level Domain (TLD) : Biasa dikenal di Indonesia dengan istilah Keyword On Domain (KOD). Keyword yang terdapat pada Nama Domain memperkuat sinyal relevansi, Google masih menandai Bold pada Nama Domain yang terdapat keyword yang dicari oleh penggunanya.

  3. Keyword di awal kata Top Level Domain (TLD) : Bila sebuah Nama Domain terdapat dua suku kata atau lebih yang mengandung keyword, maka keyword diawal kata akan lebih kuat dibandingkan dengan ditengah dan di akhir kata dari Nama Domain tersebut.

  4. Lamanya Masa Expired : Google menganggap Domain yang memiliki masa expired yang lebih lama merupakan nilai lebih dibandingkan dengan yang expired cepat yaitu 1 tahun.

  5. Keyword pada Sub-Domain : Hampir sama dengan point 2 diatas, bahkan MOZ pernah meneliti keyword pada Sub-Domain tersebut dapat meningkatkan ranking.

  6. Domain History : History lama sebuah domain dapat berpengaruh apabila terjadi pelanggaran kepemilikan via WhoIs, pemilik domain dapat meminta Google untuk mereset kembali Domain History dan juga backlink yang terdapat pada domain tersebut.

  7. Exact Match Domain (EMD) : Adalah Nama Domain yang didalamnya terdapat satu atau beberapa kata yang merupakan keyword dari produk, jasa, service. EMD masih berpengaruh pada situs yang memiliki otoritas baik.

  8. Public vs Private WhoIs : Google memiliki kecurigaan pada Domain dengan menggunakan Private WhoIs karena menyembunyikan identitas dari kepemilikan domain tersebut dan berpengaruh pada faktor Trust.  

  9. Penalti Kepemilikan WhoIs : Google bisa saja memberikan penalti pada seluruh situs dari pemilik Domain yang sama dan terbukti merupakan Spammers.

  10. Ekstensi TLD tiap Negara : Extensi Domain TLD (seperti : .id, .sg, .uk) dapat meningkatkan ranking pada negara tertentu sesuai extensi tersebut, namun membatasi ranking secara global.


Faktor Segi Halaman (On-Page) Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Setiap website dan blog terdiri dari beberapa halaman, setiap halaman ini juga memiliki ranking yang berbeda-beda pula dalam hasil pencarian Google SERP. Mengapa Demikian ? Karena setiap halaman tersebut memiliki komposisi yang berbeda terkait SEO On-page.

Google pun dapat membedakan mana halaman yang memiliki reputasi lebih baik dan kurang baik dimata pengunjung. Terdapat 50 faktor segi halaman (on-page) yang menjadi kriteria penentu ranking website dan ranking blog di Google menurut Brian Dean.

50 Faktor Segi Halaman / On-Page Yang Mempengaruhi Peringkat Website & Blog di Google


Berikut dibawah ini faktor ranking yang mempengaruhi dari segi halaman (On-page) :

  1. Keyword pada Tag Judul (Title Tag) : Keyword pada Tag judul / Title Tag merupakan hal paling utama kedua setelah konten itu sendiri, dan merupakan sinyal kekuatan dari SEO On-Page dari sebuah halaman.

  2. Keyword pada Awal Tag Judul (Title Tag) : Keyword di awal kata Tag Judul / Title Tag akan memiliki ranking lebih baik dibandingkan pada bagian tengah dan di akhir Judul.

  3. Keyword pada Tag Deskripsi (Description Tag) : Menandakan sinyal relevansi, walaupun pengaruhnya tidak terlalu kuat namun tetap dapat memberikan perbedaan.

  4. Keyword pada H1 Header Tag : Tag Header H1 merupakan judul kedua daripada Judul Utama, dan memberikan sinyal relevansi bagi Google.

  5. Frase Kata yang paling sering diulang sebagai Keyword : Pengulangan frase kata pada keyword yang dikejar didalam konten merupakan sinyal relevansi bagi Google.

  6. Panjang Konten : Isi konten yang lebih panjang dapat mencakup lebih banyak keyword yang dikejar, dengan penjabaran yang lebih detail.

  7. Keyword Density : Semua kata yang terdapat pada isi konten membentuk keyword density (kepadatan kata kunci) dengan sendirinya, tetap memberikan pengaruh walaupun sedikit. Hindari pembubuhan keyword yang terlalu over dalam konten.

  8. Latent Semantic Indexing Keyword (LSI) : LSI keyword adalah persamaan kata pada keyword yang dikejar. Hal tersebut membantu Search Engine untuk mengerti arti lain dari sebuah kata, dan merupakan sinyal relevansi juga kualitas dari sebuah konten.

  9. LSI Keyword pada Tag Judul & Deskripsi : Hampir sama dengan point 8 diatas, menandakan faktor relevansi pada sebuah halaman.

  10. Kecepatan Load Halaman via HTML : Google dan Bing menggunakan Load Speed sebagai faktor ranking. Search Engine dapat menentukan kecepatan sebuah halaman berdasarkan coding dan besarnya file pada halaman tersebut.

  11. Kecepatan Load Halaman via Chrome : Google juga dapat menggunakan data user di Chrome sebagai pengukur kecepatan sebuah halaman, mulai dari kecepatan load server, penggunaan CDN, yang merupakan faktor kecepatan load Non-HTML.

  12. Duplicate Content : Konten yang sama, serupa, pada situs yang sama merupakan duplikasi konten dan dapat berdampak buruk pada kualitas situs.

  13. Rel=Canonical : Penggunaan Rel=Canonical dapat mengurangi Duplicate Content dengan mengarahkan robot Search Engine halaman mana yang merupakan sumber utama.

  14. Optimasi Gambar : Optimasi gambar pada judul, alt-teks, deskripsi, caption, dapat memberikan pengaruh besar dan merupakan sinyal relevansi bagi Search Engine.

  15. Update Konten Terbaru : Google khususnya Caffeine menyukai konten yang sering update terutama yang berkaitan erat dengan pencarian berdasarkan waktu. Google menampilkan tanggal update terakhir pada halaman tertentu yang menyatakan pentingnya faktor tersebut.

  16. Banyaknya Perubahan pada Update Konten : Proses editing yang menghasilkan banyak perubahan akan lebih berpengaruh dibandingkan dengan hanya mengedit beberapa baris kata saja. Hal ini merupakan silnyal kesegaran konten bagi Search Engine.

  17. Frekuensi Update pada Halaman : Frekuensi seringnya update pada sebuah halaman juga merupakan sinyal kesegaran konten dan berpengaruh bagi Search Engine.

  18. Kekuatan Keyword : Keyword yang muncul pada 100 kata pertama merupakan sinyal yang kuat bagi faktor relevansi sebuah halaman.

  19. Keyword pada H2 & H3 Tag : Keyword yang muncul pada H2 dan H3 memberikan sinyal relevansi bagi Search Engine juga walaupun tidak terlalu kuat.

  20. Urutan Kata pada Keyword : Urutan kata pada keyword di sebuah halaman yang sama persis dengan keyword yang diketikkan oleh pengguna Google akan mendapat ranking lebih baik dibandingkan dengan urutan yang berbeda dengan frase kata yang sama.

  21. Kualitas pada Link Keluar (Outbound Link) : Memberikan link keluar ke situs-situs dengan Authority tinggi dapat meningkatkan sinyal Trust bagi Google.

  22. Relevansi pada Link Keluar (Outbound Link) : Search Engine dapat menggunakan konten dari halaman pada situs lain sebagai tujuan dari link keluar yang Anda berikan pada situs Anda sebagai sinyal relevansi.

  23. Tata Bahasa & Pengejaan (Grammar) : Tata bahasa dengan pengejaan yang baik merupakan sebuah sinyal kualitas pada sebuah halaman .

  24. Konten Salinan : Konten salinan tidak akan mendapatkan ranking lebih baik dari konten aslinya.

  25. Konten Interaktif Tambahan : Konten interaktif tambahan dapat memberikan sinyal kualitas konten bagi Google. Misalkan di sebuah halaman tersebut terdapat aplikasi perhitungan currency bagi pengguna.

  26. Banyaknya Link Keluar (Outbound Link) : Banyaknya link keluar "Dofollow" dapat melemahkan pagerank dan ranking halaman tersebut.

  27. Multimedia : File Multimedia seperti Gambar, Audio, dan Video dapat memberikan sinyal kualitas bagi Google.

  28. Banyaknya Link Internal yang Mengarah pada Halaman : Banyaknya link tersebut menandakan pentingnya halaman tersebut terkait dengan halaman lain pada sebuah situs.

  29. Kualitas Link Internal : link internal yang berasal dari halaman yang berotorisasi tinggi / dengan PR tinggi  akan lebih berpengaruh daripada berasal dari halaman yang tanpa atau dengan PR rendah.

  30. Broken Link : Banyaknya broken link pada suatu situs menandakan bahwa situs tersebut diabaikan / terbengkalai oleh pemiliknya.

  31. Level Bacaan : Google dapat menilai Level tingkat bacaan pada sebuah halaman seperti : tingkat dasar, menengah, dan tingkat lanjut. Hal ini berpengaruh walaupun hanya sedikit.

  32. Link Afiliasi : Link afiliasi mungkin tidak berpengaruh bagi ranking, namun bila terlalu banyak Google akan memberikan perhatian khusus dalam sinyal kualitas.

  33. Error pada HTML / Validasi W3C : Banyaknya error dari sisi coding menandakan buruknya kualitas sebuah situs, error yang minimal dapat memudahkan robot Search Engine dalam merayapi halaman Anda.

  34. Domain Authority (DA) : Halaman dari situs yang memiliki DA tinggi akan lebih mudah mendapatkan ranking dibandingkan dengan yang mempunyai DA rendah.

  35. Pagerank Google : Mirip dengan point 34 diatas, halaman dari situs yang memiliki PR tinggi akan lebih mudah mendapatkan ranking dibandingkan dengan yang mempunyai PR rendah.

  36. Panjang URL : Link URL yang pendek akan lebih mudah mendapatkan ranking dibandingkan dengan Link URL yang terlalu panjang.

  37. Letak / Posisi URL : Letak / posisi URL yang lebih dekat dengan Home Page akan meningkatkan Authority.

  38. Editor Profile : Google juga menggunakan profile dari seorang editor yang mempengaruhi ranking dalam SERP.

  39. Kategori pada Halaman : Kategori menandakan sinyal relevansi, halaman yang terkait dengan induk kategori meningkatkan sinyal relevansi dibandingkan dengan yang tanpa kategori.

  40. Tagging (Tag) pada Halaman : Hampir sama dengan point 39, menandakan sinyal relevansi.

  41. Keyword pada URL : Juga sama dengan point 39, menandakan sinyal relevansi.

  42. Sumber & Refferensi : Kutipan referensi sumber menandakan sinyal kualitas, namun Google menyangkal hal ini berpengaruh terhadap faktor ranking.

  43. Adanya List dengan Nomor atau Point : List yang terdiri dari Nomor atau Point membantu para pembaca dalam memecahkan bagian dari sebuah konten sehingga lebih User Friendly. Google lebih menyukai konten yang terdapat List dengan penggunaan Nomor atau Point.

  44. Prioritas Halaman pada Sitemap : Prioritas Halaman pada Sitemap juga menentukan seberapa pentingnya sebuah halaman yang berpengaruh pada ranking.

  45. Link Keluar yang Terlalu Banyak : Link keluar yang terlalu banyak dapat menurunkan kualitas sebuah halaman karena sudah bersifat mengalihkan dari konten utama.

  46. Banyaknya Keyword Lain yang Mendapat Ranking : Bila sebuah halaman mendapatkan ranking lebih dari satu keyword menandakan sinyal kualitas pada halaman tersebut.

  47. Umur Halaman : Halaman lama dengan update konten yang teratur akan lebih mudah mendapatkan ranking daripada halaman baru.

  48. Layout yang User Friendly : Layout halaman yang User Friendly dapat mempermudah konten utama muncul pada pencarian.

  49. Parkir Domain : Google menurunkan keberadan Domain yang diparkir setelah Google Update 2011.

  50. Konten yang Berguna : Google mungkin membedakan antara "Konten yang Berguna" dengan "Konten yang Berkualitas" dalam parameter ranking mereka.


Faktor Segi Internal Situs (On-Site) Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Segi Internal Situs merupakan scope yang lebih luas dari segi halaman. Faktor dari segi situs juga mencakup faktor lainnya yang berkaitan seperti hosting, domain, dan hal lainnya yang menjadi bagian dari sebuah situs website dan blog. Terdapat 18 faktor yang menjadi kriteria penentu ranking website dan ranking blog di Google menurut Brian Dean.

18 Faktor Segi Situs / On-Site Yang Mempengaruhi Peringkat Website & Blog di Google


Berikut dibawah ini faktor ranking yang mempengaruhi dari segi situs (On-site) :

  1. Situs dengan konten unik dan bermanfaat : Google dapat membedakan antara konten original dan copas, semakin unik sebuah konten semakin bagus nilainya di mata Google. Ditambah lagi dengan konten yang berguna dan bermanfaat bagi para pengunjung, kaya informasi dan pengetahuan yang memang benar-benar dibutuhkan oleh para pembaca akan memberikan ranking yang baik bagi konten Anda.

  2. Halaman Contact Us (Hubungi Kami) : Google lebih menyukai Situs yang mempunyai halaman Contact Us (Hubungi Kami) yang berisi informasi kontak dari sebuah Situs. Akan menjadi nilai lebih bila informasi tersebut sesuai dengan informasi kontak pada WhoIs.

  3. Domain Trust / Trust Rank : Faktor Trust pada Situs dinilai dari berapa banyak backlink yang berasal dari Situs yang sudah dipercaya oleh Google (Highly Trusted). Ini adalah faktor paling penting yang dapat memberikan perubahan signifikan pada ranking sebuah situs.

  4. Struktur Situs : Struktur yang baik bagi sebuah situs mempermudah Google dalam mengorganisir konten dari sebuah situs.

  5. Update Situs : Faktor Freshness (Kesegaran Konten) dinilai dari frekuensi update konten. Hal ini juga berpengaruh pada sinyal Authority sebuah Situs.

  6. Banyaknya Halaman Situs : Merupakan bagian dari sinyal Authority, situs dengan halaman banyak juga lebih dipercayai oleh Google.

  7. Adanya Sitemap : Keberadaan Sitemap membantu mempermudah search engine dalam  mengindex halaman yang ada pada situs kita.

  8. Uptime Situs : Downtime pada hosting dapat berakibat buruk pada ranking, bahkan bisa berkibat de-indexing oleh Search Engine jika tidak segera diperbaiki.

  9. Lokasi Server : Berpengaruh pada lokasi dimana situs Anda memiliki perbedaan peringkat di setiap lokasi geografis, terutama pada pencarian spesifik pada setiap daerah.

  10. Sertifikat SSL : Google telah memberikan konfirmasi bahwa mereka mengindex sertifikat SSL, dan mereka menggunakan SSL sebagai salah satu sinyal ranking.

  11. Halaman Term of Services & Privacy : Dua halaman ini memberitahu Google bahwa situs tersebut adalah anggota terpercaya dari Internet.

  12. Duplikasi Metadata Situs : Duplikasi informasi metadata dapat memperburuk keberadaan situs Anda dalam SERP.

  13. Navigasi Breadcrumb : Menandakan sinyal User Friendly, mempermudah pengunjung dan juga robot Search Engine dalam mengetahui posisi dimana mereka berada.

  14. Theme Mobile Optimized : Google menandai situs-situs yang memiliki Theme Mobile Optimized dengan Tag "Mobile Friendly" pada SERP mereka.

  15. Youtube : Situs yang memiliki video Youtube lebih disukai dan berpengaruh baik pada peringkat di SERP Google.

  16. Kemudahan Akses Situs : Situs yang sulit diakses, lemot, dapat memperbesar bounce-rate dan memperkecil pageviews, sehingga dapat menurunkan peringkat pada SERP Google.

  17. Penggunaan Google Webmaster Tool & Analytics : Kedua Tool ini dipercaya dapat mempercepat proses index dari halaman Situs, dan juga dapat mempengaruhi peringkat pada SERP Google.

  18. Review Pengunjung / Reputasi Situs : Review pengunjung, pelanggan, berpengaruh pada reputasi sebuah Situs. Google juga menambahkan faktor ini dalam alogaritma mereka.


Faktor Segi Backlink Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Faktor Backlink masih merupakan salah satu faktor yang utama yang mempengaruhi peringkat / ranking Webiste dan Blog di SERP Google hingga kini setelah konten tentunya. Alogaritma Google dapat menganalisa asal dari setiap Backlink yang datang menuju Website dan Blog yang kita miliki.

Secara garis besar Google tidak hanya menilai Backlink dari Quantity (banyaknya) saja, tapi juga yang paling penting adalah Quality (kualitas) dari Backlink yang ada. Selain dua hal tersebut faktor apa saja pada Backlink yang mempengaruhi ranking sebuah Website maupun Blog ?

Analisa yang dilakukan oleh Brian Dean mengungkapkan, ada terdapat 46 faktor pada backlink yang dapat mempengaruhi peringkat / ranking Website dan Blog di SERP Google. Inilah berikut ini penjelasan dari faktor tersebut.

46 Faktor Segi Backlink Yang Mempengaruhi Peringkat Website & Blog di Google


Berikut dibawah ini faktor ranking yang mempengaruhi dari segi backlink :

  1. Umur Domain dari Sumber Backlink : Backlink yang berasal dari Domain yang sudah berumur lebih powerfull / kuat daripada Domain yang berumur lebih muda.

  2. Banyaknya Backlink dari Root Domain : Jumlah dari Domain yang memberi rujukan adalah merupakan faktor paling penting dalam Alogaritma Google yang mempengaruhi pada Search Result Page (SERP).

  3. Banyaknya Backlink dari IP kelas-C yang Berbeda : Backlink yang berasal dari alamat IP kelas-C yang berbeda memperluas jangkauan situs-situs yang merujuk ke situs Anda.

  4. Banyaknya Halaman dari Sumber Backlink : Banyaknya halaman yang memberi backlink walaupun berasal dari Domain yang sama merupakan Faktor Ranking / Peringkat.

  5. Alt-Tag (Untuk Backlink Gambar) : Alt Teks adalah Anchor Teks untuk versi link yang berasal dari gambar.

  6. Backlink dari Domain .edu dan .gov : Matt Cutts berpendapat kalau Top Level Domain (TLD) bukan merupakan faktor untuk pentingnya sebuah Situs. Namun dari pandangan SEO, terdapat keistimewaan pada TLD untuk .gov dan .edu.

  7. Pagerank (Authority) dari Domain Sumber Backlink : Pagerank / Authority dari halaman yang memberi rujukan Backlink merupakan Faktor Ranking / Peringkat yang sangat penting.

  8. Backlink dari Saingan : Backlink yang berasal dari halaman berperingkat pada SERP yang sama dapat memberikan nilai yang lebih pada keyword tertentu.

  9. Social Share dari Halaman Perujuk : Banyaknya Sosial Share dapat mempengaruhi nilai dari Backlink yang dihasilkan.

  10. Backlink yang berasal dari Situs yang Buruk : Backlink yang berasal dari Situs yang memiliki reputasi buruk di Google dapat berakibat buruk pula pada Situs Anda.

  11. Guest Post : Backlink yang berasal dari Guest Post (Postingan Tamu), khususnya pada halaman profil nilainya tidak sebagus Contextual Link pada halaman yang sama.

  12. Backink ke Homepage : Backlink yang merujuk ke Homepage dapat memberikan bobot lebih dan dapat menentukan seberapa pentingnya sebuah Situs.

  13. Link Nofollow : Walaupun Search Engine tidak mengikuti Link Nofollow, namun nilai persentase Link Nofollow ini dapat menindikasikan Backlink Natural Vs Non-Natural.

  14. Perbedaan Jenis Link (Link Diversity) : Backlink dengan jumlah yang banyak dari satu sumber dapat mengindikasikan Spam Link. Kebalikannya Backlink yang banyak dari sumber yang bervariasi dapat mengindikasikan Backlink yang Natural.

  15. Nilai Link dengan kata "Link Sponsor" / "Link Partner" : Kata-kata Link Sponsor, Link Partner, dan sejenisnya dapat menurunkan nilai dari Backlink yang dihasilkan.

  16. Contextual Link : Link yang ditautkan pada konten bernilai lebih berharga dan berbobot daripada link pada halaman kosong atatupun posisi lainnya pada halaman.

  17. Link alihan (Redirect 301) dengan jumlah yang banyak : Link yang berasal dari Alihan (Redirect 301) dapat meniadakan semua Pagerank yang ada.

  18. Backlink dengan Anchor Text : Sebelumnya, Anchor Text dapat memberikan deskripsi akurat halaman dari sebuah Situs. Namun belakangan ini, bila berlebihan dapat merupakan indikasi sinyal spamming. Tapi dalam dosis yang minim masih dapat memberikan sinyal relevansi yang kuat.

  19. Internal Link dengan Anchor Text : Anchor text pada Internal Link juga merupakan sinyal relevansi walaupun bobotnya berbeda dengan Backlink Anchor Text.

  20. Judul Atribut Link : Judul Link (Text yang muncul saat Anda menggeser kursor ke Link) juga merupakan sinyal relevansi yang bernilai lemah.

  21. Ekstensi TLD dari Wilayah Negara Tertentu : Mendapatkan backlink dari TLD ekstensi negara tertentu dapat memberikan ranking yang lebih baik pada negara tertentu tersebut.

  22. Lokasi / Posisi Link didalam Konten : Posisi Link pada awal konten akan lebih berbobot daripada di posisi akhir konten.

  23. Lokasi / Posisi Link pada Halaman : Posisi Link pada halaman di Sidebar dan di Footer bernilai lebih lemah bobotnya daripada Link pada Konten.

  24. Relevansi Backlink : Backlink yang berasal dari Situs dengan Niche yang mirip dan sama akan lebih berbobot dibandingkan dengan yang berasal dari Situs dengan Niche yang berbeda.

  25. Relevansi dari Segi Halaman : Link yang berasal dari halaman dengan konten yang terkait akan lebih berbobot dibandingkan dengan halaman yang tak berhubungan.

  26. Baik-buruknya Link Review : Link yang berasal dari Review Positif dari Situs lain akan lebih berbobot.

  27. Keyword pada Judul : Google menyukai Link yang berasal dari halaman yang memilki Judul yang sama dengan Keyword yang Anda kejar.

  28. Nilai Positif Link Velocity : Nilai positif dari Link Velocity (Pertumbuhan banyaknya Backlink) biasanya meningkatkan ranking pada SERP.

  29. Nilai Negatif Link Velocity : Nilai negatif dari Link Velocity (Pertumbuhan banyaknya Backlink) biasanya menurunkan ranking pada SERP, sebagaimana menurun nya popularitas .

  30. Link dari Halaman Inti : Mendapatkan Link yang berasal dari Halaman yang merupakan sumber utama / halaman inti pada topik tertentu mendapatkan perlakuan khusus dari Google.

  31. Backlink dari Situs Otoritas Tinggi : Backlink yang berasal dari Situs besar yang memiliki otoritas tinggi sepertinya memberikan pengaruh besar dibandingkan yang berasal dari Situs kecil yang belum memiliki otoritas.

  32. Backlink dari Wikipedia : Walaupun Backlink dari Wikipedia adalah Nofollow, namun banyak yang berpendapat kalau Backlink dari Wikipedia dapat memberikan faktor kepercayaan / Trust dan Authotity di mata Search Engine.

  33. Pengulangan Kata : Kata-kata yang berada pada sekeliling Backlink membantu Google dalam mencerna tentang apa isi halaman Anda.

  34. Umur Backlink : Backlink yang berumur lebih tua memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan dengan Backlink yang baru.

  35. Backlink dari Situs sungguhan Vs Dummy Blog : Google memberikan bobot lebih pada Backlink yang berasal dari Situs sungguhan / real daripada Dummy Blog. Mereka sepertinya menggunakan sinyal interaksi pengguna dan merk untuk membedakannya.

  36. Link Profil yang Natural : Situs yang mempunyai profil Link yang natural akan diberi peringkat lebih tinggi dan  akan tahan dengan update alogaritma.

  37. Reciprocal Link : Pertukaran link masih dihitung dalam mengahasilkan Backlink, namun apabila dalam jumlah banyak dilarang oleh Google dalam peraturan baru mereka dalam Link Schemes.

  38. Siapa yang menautkan Link : Google dapat mengetahui siapa yang menautkan link ataupun memberi Backlink, sebab mereka tidak menghitung dan menilai Backlink yang dihasilkan oleh pemilik Situs itu sendiri.

  39. Schema.org Microformat : Halaman yang mendukung dan menggunakan Microformat dapat dinilai lebih daripada halaman yang tidak menggunakan. Microformat juga dapat meningkatkan SERP-CTR (Rate Klik pada SERP).

  40. Daftar / List DMOZ : Banyak yang beranggapan bila terdaftar di List MOZ akan memberikan kepercayaan lebih, meningkatkan faktor "Trust".

  41. Trust-Rank dari Situs sumber Backlink : Tingkat kepercayaan Situs yang memberi Backlink menentukan  seberapa besar "Trust-Rank" yang akan diberikan kepada Situs Anda.

  42. Banyaknya Link Keluar pada Halaman : Link Keluar (Outbound Link) dalam jumlah yang terlalu banyak akan melemahkan PR, gunakan beberapa saja.

  43. Backlink dari Profil Forum : Google mengklaim untuk tidak memberi nilai pada Link yang berasal dari Profil Forum, namun pada kenyataannya masih berpengaruh pada Forum dengan otoritas tinggi.

  44. Banyaknya Kata pada Konten yang Terkait : Link yang berasal dari artikel 1000 kata akan lebih bernilai dimata Google dibandingkan dengan yang berasal dari artikel 25 kata saja.

  45. Kualitas dari Konten yang Terkait : Link yang berasal dari konten yang bernilai rendah, misalkan hasil artikel Spinner akan bernilai rendah pula dibandingkan dengan konten unik yang berkualitas.

  46. Backlink pada Seluruh Situs yang Sama : Seluruh backlink yang dihasilkan dari satu situs yang sama akan di kompress dan dihitung satu link oleh Google.


Faktor Segi Interaksi Pengunjung Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Faktor Interaksi Pengunjung juga ternyata mempengaruhi peringkat / ranking di SERP Google. Inilah faktor diluar SEO yang termasuk dalam parameter alogaritma Google.

Jadi, teknik SEO saja sebenarnya tidaklah cukup untuk meraih peringkat / rangking di SERP dalam periode jangka panjang, disinilah terlihat peranan segi desain sebuah website dan blog dalam memenuhi kriteria User Friendly selain SEO Friendly.

Interaksi Pengunjung inilah yang akan memperkuat posisi Website & Blog kita dalam SERP selain faktor Backlink dan faktor lainnya. Terdapat 10 faktor dari Interaksi Pengunjung yang merupakan hasil analisa oleh Brian Dean, apa saja yang termasuk didalamnya ? berikut penjelasannya.

10 Faktor Segi Interaksi Pengunjung Yang Mempengaruhi Peringkat Website & Blog di SERP Google


Berikut dibawah ini faktor ranking yang mempengaruhi dari segi interaksi pengunjung :

  1. Organic CTR / CTR Alami pada keyword tertentu : Halaman yang mendapatkan banyak klik alami / organik akan memperbesar nilai CTR (Click-through rate) dan akan meningkatkan peringkat / ranking pada SERP pada keyword tertentu.

  2. Organic CTR / CTR Alami pada semua keyword : CTR Organik halaman / situs pada semua keyword merupakan sinyal peringkat dari sisi manusia / Interaksi Pengunjung.

  3. Bounce Rate (Pentalan Pengunjung) : Merupakan indikator bagi sinyal kualitas sebuah Website dan Blog yang digunakan Google. Google berasumsi kalau persentase Bounce Rate yang besar menandakan buruknya kualitas sebuah Halaman dan Situs, atau bisa dikatakan tidak disukai oleh pengunjung yang datang.

  4. Direct Traffic (Kunjungan Langsung) : Google juga menggunakan data pada Chrome Browser, kunjungan langsung disini yaitu pengunjung langsung mengunjungi Situs tersebut tanpa mengetikkan keyword pada Search Bar. Situs yang mendapatkan banyak kunjungan langsung menandakan sinyal kualitas yang lebih baik dibandingkan yang sedikit.

  5. Repeat Traffic (Kunjungan Berulang) : Situs yang memiliki kunjungan berulang yang banyak menandai Situs tersebut memiliki pengunjung tetap yang banyak pula. Hal tersebut meningkatkan peringkat / ranking Google.

  6. Chrome Blocked Sites (Situs Terblokir oleh Chrome) : Fitur ini merupakan fitur yang didapatkan dari ekstensi Chrome yang sudah tidak dipakai oleh Chrome. Namun Google Panda tetap menggunakan data ini sebagai Sinyal Kualitas.

  7. Chrome Bookmarks : Seperti yang kita ketahui, Google mengumpulkan data dari pencarian penggunanya melalui Google Chrome. Halaman yang banyak di bookmark oleh pengguna Chrome dapat meningkatkan peringkat / ranking.

  8. Google Toolbar Data : Selain Chrome, Google juga mengumpulkan data pencarian pada Browser lainnya seperti Internet Explorer, Firefox, dan sebagainya melalui Google Toolbar Add-On yang terpasang pada Browser tersebut sebagai sinyal peringkat / ranking.

  9. Banyaknya Komentar : Halaman yang memiliki banyak komentar menandai Sinyal Kualitas dan juga Interaksi Pengunjung yang tinggi pula.

  10. Lama Kunjungan : Google sangat memperhatikan faktor ini yang juga merupakan Sinyal kualitas bagi sebuah Halaman dan Situs. Semakin lama kunjungan pengunjung yang datang menandai tingginya kualitas Halaman dan Situs tersebut.


Faktor Segi Aturan Algoritma Khusus Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Faktor Aturan Alogaritma Khusus Yang Mempengaruhi Peringkat / Ranking Website & Blog di SERP Google merupakan faktor tersembunyi yang dimiliki oleh search engine khususnya Google. Brian Dean telah melakukan analisa terhadap aturan alogaritma khusus tersebut yang menyangkut peringkat / ranking website & blog di SERP Google.

Alogaritma milik Google memang sulit ditebak dan terus berubah mengikuti update. Namun beberapa faktor dibawah ini dinyatakan merupakan alogaritma khusus Google yang masih dapat memberikan pengaruh yang cukup berarti pada kedudukan posisi website & blog di SERP Google.

Faktor tersebut dibawah ini merupakan alogartitma khusus / spesial diluar alogaritma mayor milik Google seperti Panda, Penguin, Hummingbird, dan lain sebagainya.

17 Faktor Segi Aturan Alogaritma Khusus Yang Mempengaruhi Peringkat Website & Blog di SERP Google


Berikut dibawah ini faktor ranking yang mempengaruhi dari segi aturan algoritma khusus :

  1. Query berdasarkan kesegaran : Google mendahulukan halaman dan konten baru dan meningkatkan peringkatnya di SERP pada pencarian tertentu.

  2. Query berdasarkan perbedaan keyword : Google bisa saja mencampur hasil SERP dengan hasil lainnya untuk memberikan perbedaan pada keyword yang memiliki arti yang banyak / ambigu.

  3. Sejarah kunjungan pengguna (User Browsing History) : Situs yang sering dikunjungi pada saat login dengan akun Google, akan meningkatkan peringkat SERP pada pencarian Anda.

  4. Sejarah pencarian pengguna (User Search History) : Rantai pencarian berulang akan mempengaruhi hasil pencarian selanjutnya. Contohnya Anda mencari "mobil" kemudian mencari "review" pada Search Bar , maka Google akan besar kemungkinannya menampilkan peringkat SERP yang lebih tinggi pada situs yang berisi "review mobil".

  5. Penargetan wilayah (Geo Targeting) : Google menyukai Situs yang juga mempunyai server dengan IP lokal dan ekstensi domain yang tertuju pada tiap wilayah / negara tertentu yang berbeda.

  6. Pencarian aman (Safe Search) : Pencarian aman / safe search akan menyaring konten dengan kata-kata kasar, konten dewasa, dan konten yang kurang baik untuk ditampilkan saat fitur ini diaktifkan.

  7. Lingkaran Google+ : Google akan mengangkat ranking hasil pencarian pada pemilik dan situs yang Anda tambahkan pada lingkaran Google Plus akun milik Anda.

  8. Komplain DMCA : Google menurunkan ranking halaman yang memiliki komplain terkait dengan DMCA, seperti gambar yang memiliki hak cipta, konten salinan, dan lainya.

  9. Perbedaan Domain (Domain Diversity) : Google terkadang menampilkan hasil pencarian yang berbeda pada SERP yaitu dengan menambahkan nama Domain lainnya pada hasil pencarian semenjak "Update Big Foot".

  10. Pencarian tipe transaksi : Keyword-keyword yang terkait dengan transaksi seperti jual beli pada hasil pencarian terkadang ditampilkan berbeda oleh Google.

  11. Pencarian lokal : Google sangat sering menampilkan hasil Pencarian lokal Google+ dengan posisi diatas SERP normal organik.

  12. Kotak Google News : Beberapa keyword yang terkait dengan berita terkadang dapat memicu Kotak Google News / berita Google.

  13. Kehadiran Merk Besar / Ternama : Google memberikan peringkat khusus pada situs-situs yang menyandang Merk besar dan ternama pada "Update Vince", yang dapat mengangkat posisi ranking pada hasil pencarian dengan keyword pendek.

  14. Hasil pencarian Google Shopping : Google juga terkadang menampilkan produk pada Google Shopping pada hasil pencarian SERP organik.

  15. Hasil pencarian gambar : Gambar yang teroptimasi dengan baik dapat menduduki peringkat yang baik pada hasil pencarian gambar di Google, hal tersebut dapat juga mengangkat konten tempat gambar tersebut berada atau dilampirkan.

  16. Hasil pencarian Easter Eggs : Easter Eggs adalah salah satu kode pemrograman Google dalam memberikan respon terhadap pencarian, perintah, yang tidak umum pada kotak pencarian yang dapat ditampilkan pada hasil pencarian SERP.

  17. Dominasi sebuah domain / merk : Google terkadang menampilkan hasil yang banyak yang terkait dengan sebuah Domain yang sama pada hasil pencarian. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan hasil detail dari pencarian yang terkait pada sebuah Domain dan juga menambahkan pembedaan hasil pencarian yang terkait dengan Domain Diversity.


Faktor Segi Sinyal Sosial Media Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Sosial Media yang ramai anggotanya seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Google Plus, dan lainnya telah kita ketahui bersama dapat juga meningkatkan traffic kunjungan pada Blog dan Website yang kita miliki.

Setiap link yang kita share di Sosial Media akan besar kemungkinannya di klik oleh anggota Sosmed tersebut, terlebih lagi apabila relasi pertemanan yang kita miliki sudah mencapai banyak pengguna atau anggota.

Ternyata tidak itu saja ternyata sosial media juga menjadi faktor yang menjadi tolak-ukur bagi Google yang mempengaruhi ranking / peringkat pada SERP yang digunakan oleh Google.

Beberapa faktor tersebut telah diteliti oleh Brian Dean, dan terdapat 12 faktor yang menjadi parameter pada Sinyal Sosial Media yang dapat menaikkan atau menurunkan posisi peringkat sebuah Blog dan Website di SERP Google. Mari kita simak faktor tersebut dibawah ini satu-persatu :

12 Faktor Segi Sinyal Sosial Media Yang Mempengaruhi Ranking Blog & Website di SERP Google


Berikut dibawah ini faktor ranking yang mempengaruhi dari segi sinyal sosial media :

  1. Banyaknya jumlah Tweet : Banyaknya jumlah tweet pada sebuah halaman juga mempengaruhi peringkat / rangking si SERP Google seperti layaknya link.

  2. Otoritas Akun Twitter : Tweet yang berasal dari akun yang lebih tua dan memiliki otoritas tinggi dengan begitu banyak pengikut / follower (misalnya : Justin Bieber) akan lebih berpengaruh terhadap ranking dibandingkan dengan Tweet dari akun yang berotoritas rendah dengan sedikit pengikut.

  3. Banyaknya jumlah Facebook Like : Walaupun Google tidak dapat melihat kebanyakan Akun Facebook, namun banyaknya facebook like pada sebuah halaman cukup memberikan pengaruh ranking walaupun lemah.

  4. Banyaknya jumlah Facebook Shares : Semakin banyak orang lain yang membagikan link halaman Anda di Facebook akan lebih memperkuat pengaruh ranking dibandingkan dengan Facebook Like, karena Facebook Shares lebih bersifat menyerupai Backlink.

  5. Otoritas Akun Facebook : Sama halnya dengan Akun Twitter diatas, Akun Facebook yang lebih populer dengan banyak teman akan memiliki bobot pengaruh yang lebih besar dalam ranking.

  6. PIN Pinterest : Pinterest merupakan salah satu Sosmed yang sangat populer dengan pengguna yang sangat banyak. Oleh karena itu memungkinkan Google untuk menjadikan PIN Pinterest sebagai salah satu faktor sinyal ranking.

  7. Banyaknya Votes pada situs Social Sharing / Social Bookmarks : Google juga mungkin menjadikan halaman yang dibagikan di Situs Social Sharing / Social Bookmarks seperti Reddit, Stumbleupon dan Digg sebagai parameter sinyal ranking.

  8. Banyaknya +1 pada Google Plus : Walaupun Matt Cutts membantah kalau Google Plus tidak berpengaruh para ranking secara langsung, namun sulit dipercaya oleh logika kalau mereka mengabaikan Sosial Media milik mereka sendiri.

  9. Otoritas Akun Google Plus : Seperti layaknya Facebook dan Twitter, Google lebih memberikan bobot pengaruh ranking dari +1 pada Akun berotoritas tinggi dengan banyak pengikut.

  10. Kepemilikan Akun Google Plus yang terverifikasi : Walaupun Google sudah menutup program kepemilikan Google Plus, tapi sepertinya Google masih menggunakannya sebagai parameter tambahan ranking.

  11. Sinyal Relevansi pada Sosial Media : Google sepertinya menggunakan relevansi dari informasi konten yang di share dan teks yang ada disekeliling link nya.

  12. Sinyal Sosial Media pada level keseluruhan Situs : Sinyal Sosial Media secara keseluruhan pada seluruh Situs, dapat meningkatkan Otoritas sebuah Blog dan Website secara keseluruhan, yang dapat meningkatkan munculnya setiap halaman pada Blog maupun Website pada Search Result Page / SERP Google.


Faktor Segi Spam Internal Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Faktor segi Spam Internal (Spam On-Site) juga menjadi parameter yang mempengaruhi ranking / peringkat Blog ataupun Website pada SERP Google. Hal ini merupakan dampak negatif daripada penerapan SEO On-Page yang terlalu berlebihan atau Over Optimized yang merupakan warisan dari Teknik SEO tempo dulu.

Google selalu mengupdate alogaritma mereka untuk mencari dan menandai setiap situs yang condong mengarah ke dalam aktifitas spamming, baik dari sisi internal maupun dari sisi eksternal situs.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi acuan kita, yaitu sebanyak 12 faktor hasil analisa dari Brian Dean si pemilik dari Backlinko.com. Berikut diantaranya dibawah ini :

12 Faktor Segi Spam Internal  Yang Mempengaruhi Ranking Blog & Website di SERP Google


Berikut dibawah ini faktor ranking yang mempengaruhi dari segi spam internal :

  1. Panda Penalty : Situs dengan konten yang berkualitas rendah yang menjurus ke arah Content Farm  akan cenderung menurun peringkat nya atau bahkan menghilang dari SERP Google.

  2. Link keluar ke Situs yang dianggap buruk : Memberi link keluar ke Situs yang dianggap buruk oleh Google dapat berdampak buruk pula pada Website & Blog yang Anda miliki.

  3. Pengalihan yang bersifat Cloacking : Pengalihan secara tersembunyi yang mengalihkan pengunjung manusia dengan perbedaan tujuan pada robot search engine, akan membuat Situs tersebut tidak hanya terkena penalty saja, namun juga terkena Deindex.

  4. Iklan Pop-Up yang mengganggu : Google mengannggap tiap Situs yang menyertai iklan pop-up (menutupi konten) yang bersifat mengganggu adalah Situs berkualitas rendah.

  5. Situs dengan Optimasi SEO yang berlebihan : Optimasi SEO terutama SEO On-Page pada Situs yang berlebihan seperti : keyword stuffing, Header Stuffing, dan pembubuhan keyword yang berlebihan pada konten dianggap buruk oleh Google.

  6. Halaman dengan Optimasi SEO yang berlebihan : Halaman dengan optimasi SEO yang berlebihan seperti dalam mengejar keyword tertarget baik dalam SEO On-Page maupun Off-Page dapat menjadi sasaran Penguin dari Google.

  7. Iklan yang berlebihan diatas konten : Biasa disebut dengan istilah "Above the Fold" yang mana iklan ditempatkan disisi atas konten dengan porsi yang berlebihan, Google juga menganggap buruk akan hal ini.

  8. Link Afiliasi yang tersembunyi : Link afiliasi yang tersembunyi dengan teknik Cloacking akan berdampak pada Penalty.

  9. Auto Generated Content (AGC) : Google tidak menyukai Situs yang berisi konten yang dibuat secara otomatis seperti dengan tool, plugin, yang berasal dari konten situs lain. Hal ini dapat berdampak pada penalty.

  10. Membangun Pagerank yang berlebihan : Teknik ini disebut Pagerank Sculpting, yaitu dengan merubah semua link external dan sebagian besar internal menjadi Nofollow. Hal ini dianggap "permainan" untuk membangun Pagerank oleh Google.

  11. Alamat IP yang ditandai SPAM : Apabila alamat IP pada Server atau hosting Anda sudah ditandai sebagai IP Spammers, akan berdampak pada seluruh situs yang memiliki IP yang sama pada server dan hosting tersebut.

  12. Meta Tag Spamming : Keyword Stuffing juga bisa terdapat pada Meta Tag, Meta Tag dengan keyword stuffing juga dianggap buruk oleh Google dan dapat berujung pada Penalty.


Faktor Segi Spam Eksternal Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Faktor Spam Eksternal (Off-Page) yang mempengaruhi ranking Blog maupun Website di SERP Google merupakan faktor yang perlu dicermati ketika kita melakukan optimasi SEO Off-Page pada Blog maupun Website yang kita miliki.

Faktor ini sangat erat kaitannya dengan Backlink yang juga menjadi faktor ranking utama Google sampai saat ini. Gambar diatas adalah salah satu tool yang dapat melihat sinyal backlink spam pada sebuah situs.

Alogaritma Google yang secara khusus menangani webspam adalah Alogaritma Google Penguin yang baru saja mengalami update dalam perubahan waktu refresh menjadi Real Time di tahun 2016.

Para Master SEO mungkin akan mengalami tantangan baru dalam menghadapi Penguin ini, sehingga diperlukan pemantauan yang intensif dalam memepersiapkan dampak-dampak yang mungkin akan terjadi.

Terdapat 14 faktor menurut Brian Dean yang berkaitan dengan faktor Spam Off-Page yang mempengaruhi ranking, hal tersebut merupakan analisa yang dilakukan oleh dirinya sebagai pakar SEO di Backlinko.com.

14 Faktor Segi Spam Eksternal Yang Mempengaruhi Ranking Blog & Website di SERP Google


Berikut dibawah ini faktor ranking yang mempengaruhi dari segi spam eksternal :

  1. Arus Backlink Yang Tidak Natural : Arus Backlink dalam waktu yang tiba-tiba secara serentak dan tidak natural sudah barang tentu menandakan Backlink Palsu atau buatan.

  2. Hukuman Penalty Google Penguin : Setiap situs Website dan Blog yang terkena hukuman / penalty Google Penguin akan dengan serentak menghilang dari SERP Google.

  3. Relevansi Domain Asal Backlink : Hal ini merupakan analisa dari MicroSiteMasters.com, apabila sebuah Situs dengan Backlink dalam jumlah banyak dan tidak natural dari Situs lain yang tidak relevan, maka akan lebih cenderung dicurigai oleh Penguin.

  4. Link Profil dengan Persentasi Tinggi yang Berkualitas Rendah : Link profil dalam jumlah yang banyak seperti pada link komentar dan profil forum ditandai oleh Google sebagai permainan Backlink.

  5. Peringatan Link Yang Tidak Natural : Google terkadang mengirimkan pesan peringatan pada Webmaster Tool "Google Search Console" dengan memperingatkan terdapat indikasi Link yang tidak natural. Jika hal ini terjadi ranking akan mengalami penurunan walaupun tidak terjadi pada tenggang waktu seterusnya.

  6. Link dari IP yang sama (IP kelas C) : Link yang berasal dari server yang sama dengan IP kelas C yang sama pula akan menandakan Jaringan Blog dengan aktifitas Link Building.

  7. Anchor Text Yang dianggap Buruk : Anchor text Backlink yang dianggap buruk oleh Google, terutama keyword yang berkaitan dengan farmasi dan obat-obatan yang berasal dari Situs Anda dapat mengindikasikan Spam ataupun Situs yang telah dihack. Hal tersebut dapat memperburuk ranking Anda.

  8. Hukuman / Penalty Manual : Google juga dapat menjalankan hukuman atau penalty yang di lakukan secara manual terlepas dari Update Alogaritma, hal tersebut biasanya bila terdapat pengaduan khusus kepada Google untuk menindak sebuah Situs yang melakukan pelanggaran.

  9. Penjualan BackLink : Situs yang menjual Backlink secara terang-terangan dapat memeperburuk ranking pada SERP Google.

  10. Google Sandbox : Situs baru yang memiliki banyak Backlink secara tiba-tiba biasanya terkena dampak Google Sandbox, yang akan membatasi peredarannya pada SERP Google.

  11. Google Dance : Google Dance dapat sementara waktu menurunkan ranking, hal tersebut merupakan proses dari alogaritma Google yang menentukan ada atau tidaknya pelanggaran pada sebuah Blog maupun Website.

  12. Disavow Tools : Tool yang satu ini dapat membuang Backlik yang terkena dampak dari hukuman / penalty dari Google.

  13. Permintaan Pertimbangan Penalty : Permintaan pertimbangan penalty yang dikirimkan dan disetujui oleh Google dapat mengangkat hukuman atau penalty pada sebuah situs.

  14. Skema Link Sementara : Google baru-baru ini juga menandai orang-orang yang sengaja membuat Spam Backlink lalu segera menghapusnya untuk menghindari penalty dengan sebutan Skema Link Sementara (Temporary Link Schemes).


Faktor Segi Sinyal Brand / Merk Penentu Ranking Website & Ranking Blog di Google



Brand atau Merk ternyata menjadi sinyal parameter yang juga mempengaruhi ranking website dan blog di peringkat SERP Google.

Brand atau Merk adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan ciri khas sebuah perusahaan, produk, agar perusahaan, produk tersebut lebih mudah dikenal dan disukai oleh pelanggan. Brand / Merk ini digunakan Google untuk menandai seberapa dikenal dan disukai nya Website & Blog Anda oleh para pengguna inetrnet.

Nama, logo, tagline adalah beberapa hal yang terkait dengan Branding sebuah Website & Blog. Analisa dari Brian Dean dari Backlinko.com menyatakan terdapat 12 faktor yang menjadi Sinyal Brand / Merk yang mempengaruhi ranking / peringkat Website & Blog di SERP Google, berikut dibawah ini hasilnya :

12 Faktor Sinyal Brand / Merk Yang Mempengaruhi Ranking Website & Blog di SERP Google


Berikut dibawah ini faktor ranking yang mempengaruhi dari segi sinyal brand atau merk :

  1. Anchor text pada Nama Brand : Anchor text pada nama maupun logo  webite dan Blog pada theme merupakan hal yang sangat sederhana namun menjadi Sinyal yang kuat pada segi Brand.

  2. Pencarian dengan Brand / Merk : Google juga menganalisa pencarian dari penggunanya yang mengetik keyword dengan penyertaan Brand di kolom pencarian (seperti: "FJB Kaskus", "Pasang Iklan OLX", dll). Hal tersebut dapat memperkuat sinyal Brand / merk dari situs tersebut.

  3. Halaman Facebook dengan banyak "Like" : Situs yang memiliki Halaman Facebook dengan banyak like dapat memperkuat Branding Situs tersebut.

  4. Profil Twitter dengan banyak Follower : Situs yang memiliki Profil Twitter dengan banyak Follower juga dapat memperkuat Branding Situs tersebut.

  5. Halaman resmi Perusahaan di Linkedin : Kebanyakan Situs Bisnis memiliki halaman perusahaan resminya di Linkedin. Hal ini juga memperkuat Branding.

  6. Member yang juga merupakan Karyawan Perusahaan Anda di Linkedin : Member Linkedin yang terdaftar sebagai karyawan di perusahaan Anda dengan menautkan halaman perusahaan pada profil Linkedin dapat memperkuat branding halaman perusahaan sekaligus Situs Anda.

  7. Legitimasi Akun Sosial Media : Akun Sosial media yang memiliki banyak Follower namun interaksi pengikutnya sedikit akan diragukan keaslian nya bila dibandingkan dengan pengikut yang banyak interaksinya.

  8. Penyebutan Brand / Merk pada Situs Berita : Brand atau Merk yang sudah sangat besar akan selalu disebutkan di Google News, bahkan beberapa Brand memiliki umpan tersendiri pada halaman pertama di Google News Feed.

  9. Kutipan Band / Merk Tanpa Link : Google juga ternyata memperhatikan penyebutan Brand atau Merk yang tanpa disertai hyperlink . Hal tersebut juga memperkuat sinyal Brand pada situs yang dikutip pada halaman di situs lain. 

  10. Jumlah Pelanggan RSS : Mengingat Google juga memiliki layanan RSS yaitu FeedBurner, sangat masuk akal bila Google juga menggunakan data pelanggan RSS sebagai kepopuleran sebuah situs yang memperkuat sinyal Brand.

  11. Peta Lokasi pada Google+ Local Listing : Bisnis sungguhan pastinya memiliki kantor bukan ? Sangat memungkinkan Google menggunakan faktor ini untuk menentukan besar-kecilnya sebuah Brand / Merk.

  12. Situs yang Membayar Pajak : Situs pada perusahaan berskala besar internasional pastinya membayar pajak, Google juga ternyata melirik faktor ini sebagai penanda sinyal Brand / Merk yang berskala besar.
Labels: blogging, faktor ranking, Google, Internet, ranking blog, ranking website, SEO, Website amp; Blog

Thanks for reading Faktor Ranking Website & Ranking Blog di Google. Please share...!

0 Comment for "Faktor Ranking Website & Ranking Blog di Google"

Back To Top