Mahluk Aneh ini Mirip Al-Jassasah dalam Misteri Dajjal

Percayakah Anda tentang adanya mahluk-mahluk aneh seperti binatang buas yang belum pernah Anda saksikan sebelumnya ? Mahluk dan binatang aneh dengan ukuran tubuh yang besar akan cenderung membawa imajinasi kita tentang monster. Benarkah monster tersebut benar-benar ada dalam kehidupan nyata ?

Kata monster sendiri menurut wikipedia berasal dari bahasa Latin kuno monstros atau monstrum yang berarti “pertanda“, berakar dari kata moneo, “mengingatkan“, juga dapat berarti “keajaiban“.

Kata monster selalu berkonotasikan sesuatu yang salah atau jahat, contoh: sesosok yang sangat besar sering tidak disetujui keberadaannya, secara fisik dan psikologis sangatlah mengerikan atau sebagai makhluk yang aneh.

Penemuan mahluk aneh dengan wujud layaknya monster memang selalu membuat kita penasaran. Terlepas dari benar-tidaknya berita tersebut, kita dapat menilai dari bukti-bukti digital seperti foto dan video yang ada dengan nalar dan akal sehat yang kita miliki.

Penemuan Mahluk Aneh Berbulu Putih di Filiphina

Mahluk Aneh atau Binatang Aneh mirip Al-Jasassah dalam Misteri Dajjal 3Mahluk aneh dengan bentuk misterius telah diketemukan pada tanggal 22 Februari 2017 di pantai pulau Cagdainao di sebuah kepulauan Dinagat, Filipina. Mahluk aneh yang sudah menjadi bangkai ini sempat membuat heboh para nelayan sekitar karena bentuknya yang sangat misterius.

Mahluk Aneh atau Binatang Aneh mirip Al-Jasassah dalam Misteri Dajjal 2

Penyebab mahluk ini terkapar di pesisir pantai diduga akibat dari gempa yang terjadi di Filipina. Para ilmuwan pun belum bisa memastikan dari jenis binatang apakah sebenarnya mahluk aneh tersebut.

Mahluk Aneh atau Binatang Aneh mirip Al-Jasassah dalam Misteri Dajjal 6

Gambar-gambar dan video yang sempat viral dari mahluk aneh tersebut mengundang banyak perhatian publik di sosial media. Hal tersebut menimbulkan dugaan-dugaan, imajinasi, serta pertanyaan yang belum diketahui jawabannya.

Mahluk Aneh atau Binatang Aneh mirip Al-Jasassah dalam Misteri Dajjal 5

Sebagian orang menduga kalau mahluk aneh tersebut adalah sejenis lembu laut seperti duyung, namun setelah ilmuwan melakukan penelitian mereka menduga kalau mahluk aneh tersebut adalah merupakan bangkai dari seekor ikan paus seberat 2 Ton yang tertabrak oleh kapal laut. Mereka menduga kalau warna putih yang seperti bulu tersebut disebabkan oleh pembusukan.

Mahluk Aneh atau Binatang Aneh mirip Al-Jasassah dalam Misteri Dajjal

Dengan ukuran tubuh yang begitu besar, serta dipenuhi oleh bulu disekujur tubuhnya yang berwarna putih, serta sangat sulit diketahui mana bagian kepala, kaki dan juga ekornya mengingatkan kita akan salah satu hadist yang menceritakan kisah Dajjal di jaman Rasulullah SAW.

Mahluk Aneh atau Binatang Aneh mirip Al-Jasassah dalam Misteri Dajjal 4

Dalam Hadist tersebut menceritakan seekor binatang yang bernama Al-Jassasah, yaitu seekor binatang dengan bulu yang sangat lebat sehingga mereka tidak dapat memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya karena tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak. Berikut kisah lengkapnya…

Kisah Misteri Al-Jassasah & Dajjal dalam Hadist

Diriwayatkan dari Amir bin Syarahil Asy-Sya’bi, bahawa dia pernah bertanya kepada Fatimah binti Qais Radhiyallahu Anha, “Beritahu kepadaku sebuah hadis yang pernah engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan janganlah engkau memberitahu kepada orang lain”.

Fatimah menjawab, “Jika engkau berkehendak, saya akan memberitahu kepada kamu.”

Amir berkata, “Tentu aku sangat ingin mengetahuinya, beritahu kepadaku”.

Fatimah berkata, “Suatu hari aku mendengar suara muazzin Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk melaksanakan solat berjemaah, maka aku pun berangkat ke masjid dan solat bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Aku solat pada saf wanita yang ada di belakang kaum laki-laki. Ketika solat sudah selesai, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di mimbar sambil tersenyum, lalu beliau bersabda, “Hendaklah setiap orang tetap berada di tempat solatnya.”

Kemudian beliau bertanya, “Tahukah kamu kenapa aku mengumpulkan kamu?”

Para sahabat menjawab, “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku mengumpulkan kamu bukanlah untuk suatu khabar gembira atau khabar buruk, akan tetapi aku mengumpulkan kamu kerana Tamim Ad-Dari, yang dahulunya seorang laki-laki pemeluk agama Nasrani kini telah memeluk Islam dan berbai ‘at kepadaku.

Ia telah mengatakan sesuatu yang pernah aku katakan kepada kalian tentang Al-Masih Dajjal. Ia mengisahkan perjalanannya kepadaku bahawa ia belayar dengan sebuah kapal laut bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam.

Kemudian mereka terumbang-ambing oleh ombak selama satu bulan. Hingga mereka terdampar di sebuah pulau di tengah laut di kawasan tempat terbenamnya matahari. Lalu mereka beristirahat di suatu tempat yang dekat dengan kapal.

Kemudian, mereka mendarat di pulau tersebut dan bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat, sehingga mereka tidak dapat menganggarkan mana ekornya dan mana kepalanya, kerana tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak.

Mereka berkata, “Celaka, dari jenis apakah kamu ini.”

Ia menjawab, “Saya adalah Al-Jassasah.”

Mereka bertanya, “Apakah Al-Jassasah itu?”

Tanpa menjawab soalan mereka, lalu ia berkata, “Wahai orang-orang, lihatlah seorang laki-laki yang berada di rumah terpencil itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengar maklumat daripada kalian! ”

Tamim Ad-Dari berkata, “Ketika ia menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun terkejut kerana kami menyangka bahawa ia adalah syaitan. Lalu kami akan berangkat sehingga kami memasuki rumah tersebut, di sana terdapat seorang manusia yang paling besar (yang tidak pernah kami lihat sebelum ini) dalam keadaan terikat sangat kuat. Kedua-dua tangannya terikat ke bahunya, serta antara dua lutut dan kedua-dua mata kakinya terbelenggu dengan besi. ”

Kami berkata, “Celaka, siapakah kamu ini?” Ia menjawab, “Takdir telah menentukan bahawa kamu akan menyampaikan maklumat kepadaku, maka khabarkanlah kepadaku siapakah kamu ini?”

Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi sebuah laut yang bergoncang, lalu kami terumbang-ambing di tengah laut selama satu bulan, dan teradamparlah kami di pulau ini.

Lalu kami duduk di tempat yang berdekatan dengan kapal, kemudian kami masuk pulau ini, maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat banyak bulunya yang tidak dapat dianggarkan mana ekor dan mana kepalanya kerana banyak bulunya.

Maka kami berkata, “Celaka, apakah kamu ini?”

Ia menjawab, “Saya adalah Al-Jassasah.”

Kami bertanya, “Apakah Al-Jassasah itu?”

Tanpa menjawab soalan kami, ia berkata, “Wahai orang-orang, lihatlah seorang laki-laki yang berada di rumah terpencil itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengar maklumat daripada kalian! ”

Lalu kami segera menuju tempat kamu ini dan kami terkejut bercampur takut kerana menyangka bahawa ia adalah syaitan. ”

Laki-laki besar yang terikat itu mengatakan, “Beritahu kepada saya tentang pohon-pohon kurma yang ada di daerah Baisan?” [1]

Kami bertanya, “Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?”

Ia berkata, “Saya bertanya sama ada pohon-pohon kurma itu berbuah?”

Kami menjawab, “Ya.”

Ia berkata, “Adapun pohon-pohon kurma itu maka hampir saja tidak akan berbuah lagi.”

Kemudian ia berkata, “Beritahu kepadaku tentang tasik Tiberia.”

Mereka berkata, “Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?”

Ia bertanya, “Apakah ia masih tetap berair?”

Mereka menjawab, “Airnya masih banyak.”

Ia berkata, “Adapun airnya, maka hampir sahaja akan habis.”

Kemudian ia berkata lagi, “Beritahu kepada saya tentang mata air Zugar.” [2]

Mereka menjawab, “Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?”

Ia bertanya, “Apakah di sana masih ada air dan penduduk di sana masih bertani dengan menggunakan air dari mata air Zugar itu?”

Kami menjawab, “Benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air itu.”

Lalu ia berkata lagi, “Beritahu kepadaku tentang nabi yang ummi (tidak bisa baca-tulis), apa sajakah yang sudah ia perbuat?”

Mereka menjawab, “Dia telah keluar dari Mekah dan menetap di Yatsrib (Madinah).”

Lalu ia bertanya, “Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?”

Kami menjawab, “Ya.”

Ia bertanya, “Apakah yang dia lakukan terhadap mereka?”

Maka kami memberitahu kepadanya bahawa Nabi itu telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya. ”

Lalu ia berkata, “Apakah itu semua telah berlaku?”

Kami menjawab, “Ya.”

Ia berkata, “Sesungguhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya dan sungguh aku akan mengatakan kepada kamu tentang diriku. Aku adalah Al-Masih Dajjal, dan sesungguhnya aku hampir saja yang dibenarkan untuk keluar.

Maka aku akan keluar dan berjalan di muka bumi dan tidak ada satu pun negeri kecuali aku memasukinya dalam masa 40 malam selain Makkah dan Thaibah, kedua-dua negeri itu terlarang bagiku.

Setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari negeri itu maka aku dihadang oleh malaikat yang ditangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua-dua negeri tersebut. Dan di setiap jalan-jalan yang ada di kota Madinah terdapat malaikat yang menjaganya. ”

Fathimah berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda sambil menghentakkan tongkatnya di atas mimbar,” Inilah Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kamu tentang hal itu? “Para sahabat menjawab,” Benar. ”

Beliau Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,” Saya tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Tamim Ad-Dari, kerana ia bersesuaian dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kamu tentang dia (Dajjal) dan tentang Madinah dan Makkah.

Ketahuilah, tempatnya (Dajjal) terletak di laut Syam atau laut Yaman. Ia datang dari arah timur, dari arah timur, dari arah timur. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengisayaratkan tangannya ke arah timur. Fathimah berkata, “Hadis ini yang saya hafal dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.” HR. Muslim

Penutup

Kita memang tidak dapat memastikan kebenaran dari berita penemuan mahluk aneh tersebut apalagi mengaitkannya dengan tokoh-tokoh misteri dari kejadian hari akhir atau kiamat. Namun Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatunya, bisa saja kemunculan mahluk aneh tersebut merupakan suatu pertanda dan peringatan dari NYA bagi ummat manusia khususnya ummat Nabi Muhammad SAW yang yakin akan datangnya kiamat. Wallahu a’lam bish-shawabi

Tinggalkan Balasan